NGENELO.NET, KEPAHIANG – Pengerjaan sejumlah paket proyek fisik pengembangan sektor wisata di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepahiang TA 2023, sedang diusut penyidik Tipikor Polda Bengkulu.
Informasi diperoleh penyelidikan yang dilakukan Polda telah lama dilakukan, namun tak kunjung berujung pada kesimpulan. Apakah, proyek wisata bernilai miliaran sudah benar sesuai prosedur ataukah sebaliknya.
Hingga banyak pihak pihak berharap penyelidikan yang dilakukan Polda Bengkulu kali ini, benar-benar tuntas. Jangan sampai langkah penyelidikan proyek wisata di atas menjadi kabur, hingga terkesan ‘masuk angin’ di tengah jalan.
Publik juga berharap, penanganan perkara yang di ketahui sudah berjalan lama segera tuntas dan menemui titik terang. Terbaru, penyidik Polda Bengkulu telah menyambangi kantor Parpora Kepahiang, Kamis 29 Januari 2026 lalu.
Tak hanya itu itu, melibatkan sejumlah tim ahli penyidik juga menyambangi 8 titik pengerjaan fisik proyek wisata yang tersebar di beberapa titik Kabupaten Kepahiang. Terbanyak berada di kawasan wisata kebun teh Kabawetan.
Sebagai gambaran, di saat pekerjaan berlangsung dua pejabat yang paling bertanggung jawab di Dinas Parpora Kabupaten Kepahiang adalah Tedy Adeba ST selaku kepala dinas. Serta, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Parpora Kabupaten Kepahiang, Ibnu Hajar, ST.
Saat ini, keduanya terakhir menjabat sebagai Kadis PUPR Kabupaten Kepahiang dan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang.
Kawal Pengusutan Proyek Wisata Kepahiang
Dalam mutasi eselon III dan IV yang baru saja dilakukan Bupati Kepahiang, Jumat 30 Januari 2026, Ibnu Hajar kembali bergeser menjabat Kepala Bidang Fasilitasi Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepahiang.
Terkait penyelidikan yang sudah berjalan, keduanya memilih bungkam enggan memberikan komentar sedikit pun. Di ketahui, total anggaran di Parpora di TA 2023 mencapai Rp6miliar. Anggaran tersebut, tersebar pada beberapa bidang pekerjaan berbentuk proyek fisik sebagai penunjang kegiatan pariwisata Kabupaten Kepahiang.
Dalam penanganan perkara ini pula, ada 8 titik pengerjaan dengan lokasi berbeda telah di sambangi dan di ukur ulang. Sepanjang TA 2023 berdasarkan temuan hasil audit BPK di Parpora Kabupaten Kepahiang nilai Tuntutan Ganti Rugi (TGR) BPK RI Perwakilan Bengkulu yang di tetapkan mencapai Rp1,3 miliar.
Dari jumlah tersebut, berdasarkan keterangan Inspetorat Daerah Kabupaten Kepahiang TGR yang belum di kembalikan mencapai Rp800an juta.
Dengan kondisi tersebut, nilai potensi Kerugian Negara (KN) yang di timbulkan dari sejumlah kegiatan fisik proyek wisata di Parpora Kabupaten Kepahiang cukup signifikan.
Proyek Wisata Parpora Kepahiang
Menggunakan APBD TA 2023, sejumlah kegiatan fisik proyek wisata juga di ketahui telah di jalankan Dinas Parpora Kabupaten Kepahiang.
Seperti, rehab Taman Kabawetan Tangsi Baru dengan anggaran Rp200 juta, rehabilitasi Guest House Sidorejo Rp200 juta. Rehab Rest Area 1 Sido Makmur Rp100 juta, pembangunan Rumah Kelinci Air Sempiang Rp100 juta. Lalu, penataan Taman Kantor Parpora Rp100 juta.
Lalu, pembuatan Tempat Selfie Batu Ampar Rp50 juta, pemeliharaan Taman Tugu Kopi, Taman Santoso, dan Water Boom Rp103.600.000, hingga pembangunan Jogging Track Taman Santoso, Rp200 juta. Sederet kegiatan di sektor wisata di atas sejatinya di lakukan dalam upaya lebih menarik minat pengunjung luar daerah datang ke Kabupaten Kepahiang.
Namun realisasinya, kuat dugaan sejumlah kegiatan fisik proyek wisata yang di anggarkan tak sesuai dengan ketentuan.
Terkait penyelidikan yang berlangsung, Sekda Kepahiang. DR. Hartono menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik. “Penyelidikan saat ini kan sedang berlangsung, kita serahkan saja kepada penyidik,” singkat Sekda.
Grafis Kegiatan Parpora Kabupaten Kepahiang TA 2023:
1. Belanja Rehab Taman Kabawetan Tangsi Baru Rp200 juta
2. Rehabilitasi Guest House Sidorejo Rp200 juta
3. Penataan Taman Kantor Parpora Rp100 juta
4. Rehab Rest Area 1 Sido Makmur Rp100 juta
5. Pembangunan Rumah Kelinci Rp100 juta
6. Pembuatan Tempat Selfie Rp50 juta
7. Pemeliharaan Tugu Kopi, Taman Santoso, dan Water Boom Rp103,6 juta
8. Rehabilitasi Jogging Track Taman Santoso Rp200 juta