Kalimantan Selatan, Ngenelo.net, – Gunung Kayangan kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata alam paling di buru di Kalimantan Selatan. Berada di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, tempat ini menawarkan kombinasi unik antara panorama hijau, udara segar, serta kisah legenda yang hidup di tengah masyarakat.
Meski secara geografis lebih tepat di sebut bukit, masyarakat setempat sejak lama mengenalnya sebagai Gunung Kayangan. Sejak resmi di buka sebagai tempat wisata pada 2017, kawasan ini terus mengalami lonjakan kunjungan, terutama dari wisatawan yang mencari lokasi healing atau relaksasi alami.
Letaknya yang strategis, hanya sekitar 6 kilometer dari pusat Kota Pelaihari dan sekitar 1,5 jam perjalanan dari Banjarmasin, menjadikan tempat ini mudah di akses untuk wisata akhir pekan.
Dari Bukit Angker Menjadi Ikon Wisata Favorit
Sebelum di kenal luas seperti sekarang, wisata ini memiliki citra yang jauh berbeda. Warga sekitar meyakini bukit ini sebagai tempat angker, kerap di kaitkan dengan kisah-kisah mistis yang beredar turun-temurun.
Di masa lalu, kawasan ini sering menjadi tempat singgah oleh pelintas jalur Banjarmasin–Pelaihari. Namun cerita tentang kejadian aneh membuat banyak orang enggan berhenti lama.
Perubahan mulai terjadi pada 2017. Pemerintah desa bersama masyarakat membuka kawasan ini sebagai destinasi wisata alam. Sejak itu, wajah Gunung Kayangan berubah drastis. Aura menyeramkan perlahan tergantikan dengan suasana tenang, hijau, dan menenangkan.
Kini, justru di kenal sebagai tempat untuk “menyembuhkan” kepenatan pikiran. Banyak pengunjung datang untuk berjalan santai, piknik ringan, hingga sekadar duduk diam menikmati alam.
Pendopo Puncak dengan Panorama Sawit yang Menenangkan
Daya tarik utama Gunung Kayangan terletak di bagian puncaknya. Di sana berdiri sebuah pendopo yang menjadi titik favorit wisatawan.
Dari pendopo ini, pengunjung dapat menyaksikan hamparan perkebunan sawit yang membentang luas. Lanskap hijau sejauh mata memandang menciptakan sensasi relaksasi alami, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Pendopo di rancang sederhana dengan nuansa tradisional, cocok untuk bersantai sambil menikmati semilir angin. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi ini untuk beristirahat, meditasi ringan, hingga berburu foto estetik.
Di area kaki Gunung Kayangan, tersedia Taman Tugu Gerobak Sapi yang dilengkapi gazebo serta warung makan. Aneka kuliner lokal seperti nasi kuning, kopi hitam, dan camilan tradisional menjadi pelengkap pengalaman wisata keluarga.
Legenda Kereta Kayangan dan Ikon Tulisan Raksasa
Nama Gunung Kayangan tidak lepas dari legenda lokal. Konon, warga zaman dahulu sering melihat penampakan kereta kencana atau kereta kayangan yang melayang di atas bukit ini lalu menghilang secara misterius.
Cerita inilah yang kemudian melekat dan di wariskan hingga kini, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta sejarah dan mitologi lokal.
Secara visual, wisata ini juga mudah di kenali dari kejauhan. Sebuah tulisan besar bertuliskan “Gunung Kayangan” terpasang di lereng bukit, mengingatkan pada ikon Hollywood di Amerika Serikat. Spot ini menjadi latar foto wajib bagi para pengunjung.
Akses menuju puncak pun relatif mudah. Dari pintu masuk di pinggir jalan raya, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter melalui jalur setapak yang landai.
Wisata Murah, Ramah Semua Kalangan
Salah satu keunggulan Gunung Kayangan adalah biaya masuk yang sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar Rp5.000 per orang untuk menikmati seluruh kawasan wisata.
Dengan tarif tersebut, wisatawan sudah bisa merasakan trekking ringan, panorama alam, hingga spot fotografi yang kini viral di media sosial.
Gunung Kayangan juga kerap menjadi lokasi favorit fotografer lokal. Latar perkebunan sawit, langit terbuka, serta tulisan raksasa menciptakan komposisi visual yang kuat, terutama saat cuaca cerah.
Pada musim kemarau, pemandangan tampak lebih jelas dan sunrise dari puncak menjadi daya tarik utama. Sementara di musim hujan, udara terasa lebih sejuk dengan nuansa hijau yang semakin segar.
Tips Berkunjung ke Gunung Kayangan
Agar kunjungan semakin maksimal, sobat ngenelo.net di sarankan datang pada pagi hari. Selain udara masih segar, momen matahari terbit dari puncak menjadi pengalaman yang sulit terlupakan.
Bawa air minum dan camilan secukupnya, mengingat pilihan warung masih terbatas. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tetap jaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menghormati aturan lokal dan menjaga kelestarian alam menjadi kunci agar Gunung Kayangan tetap lestari dan nyaman di kunjungi.
Oase Hijau di Tengah Kalimantan Selatan
Gunung Kayangan bukan sekadar tempat wisata. Ia adalah ruang pertemuan antara alam, legenda, dan kebutuhan manusia akan ketenangan.
Popularitasnya yang terus meningkat di media sosial menjadikan Gunung Kayangan sebagai salah satu destinasi healing paling menjanjikan di Kalimantan Selatan.
Bagi siapa pun yang ingin sejenak lepas dari rutinitas kota, Gunung Kayangan menawarkan pengalaman sederhana namun bermakna—tenang, murah, dan penuh cerita.