Bengkulu Tengah, Ngenelo.net, – Kondisi jalan lingkungan dan drainase rusak di Dusun 2, Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, menjadi gambaran nyata lemahnya pelayanan dasar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Infrastruktur yang seharusnya menunjang keselamatan dan aktivitas warga itu di laporkan telah rusak selama tujuh hingga delapan tahun tanpa perbaikan berarti.
Kerusakan jalan dan drainase rusak Bengkulu Tengah ini bukan persoalan baru. Warga menyebut, sejak bertahun-tahun lalu saluran air tidak lagi berfungsi normal, sementara badan jalan semakin hancur akibat minimnya perawatan. Akibatnya, genangan air kerap meluap ke permukiman setiap kali hujan turun, bahkan dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat terpaksa hidup berdampingan dengan risiko banjir yang terus berulang. Jalan lingkungan yang rusak juga menyulitkan mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah dan warga lanjut usia yang melintas setiap hari.
Kondisi Drainase Rusak Memicu Banjir Permukiman
Kerusakan drainase di Dusun 2 Desa Kembang Seri di nilai sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Saluran air yang semestinya mengalirkan limpasan hujan kini rusak total dan tidak mampu menampung debit air.
Prenkki Oktawenda, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa banjir kerap terjadi meski hujan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga karena drainase tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan dan drainase rusak Bengkulu Tengah ini telah disampaikan berulang kali, namun belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Warga pun mempertanyakan keseriusan Pemkab Bengkulu Tengah dalam menangani kebutuhan paling dasar masyarakat.
Menurut Prenkki, pembiaran yang berlangsung selama bertahun-tahun sulit di terima oleh warga. Jalan dan drainase bukanlah proyek besar yang membutuhkan teknologi rumit, melainkan infrastruktur dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Warga Merasa Dianaktirikan oleh Pemerintah Daerah
Kerusakan jalan lingkungan yang terus dibiarkan turut memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi warga. Jalan yang berlubang dan tergenang air menyulitkan akses kendaraan, termasuk untuk keperluan darurat.
Belasan kepala keluarga di Dusun 2 kini hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan tiba. Mereka harus bersiap menghadapi potensi banjir yang sewaktu-waktu dapat merusak perabot rumah tangga dan mengganggu kesehatan keluarga.
Warga menilai, ketidakhadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan jalan dan drainase rusak Bengkulu Tengah ini menimbulkan rasa kecewa yang mendalam. Mereka merasa wilayahnya tidak mendapatkan perhatian yang sama di bandingkan daerah lain.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan tentang efektivitas perencanaan pembangunan dan pengawasan anggaran infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Tengah. Warga berharap pemerintah tidak hanya datang untuk meninjau atau mendata, tetapi benar-benar melakukan perbaikan yang nyata dan berkelanjutan.
Desakan Perbaikan dan Tanggung Jawab Pemerintah
Masyarakat Desa Kembang Seri mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dan dinas teknis terkait agar segera turun tangan menangani kerusakan jalan dan drainase yang telah berlangsung hampir satu dekade. Mereka menegaskan, jika pembiaran terus berlanjut, risiko kerugian materiil dan kesehatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Bengkulu Tengah terkait lambannya penanganan jalan dan drainase rusak Bengkulu Tengah di Desa Kembang Seri. Ketidakjelasan tersebut semakin memperkuat kesan bahwa persoalan warga kecil kerap terpinggirkan dalam prioritas pembangunan daerah.
Warga berharap, pemerintah segera membuktikan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, agar persoalan serupa tidak terus berulang dan kepercayaan publik dapat kembali di pulihkan.