Selasa, 6 Januari 2026 11:44 WIB

Pria di Rejang Lebong Ditemukan Tewas, Usai Unggah Status!

Rejang Lebong, Ngenelo.net, – Seorang pria di Rejang Lebong berinisial AG (29) di temukan gantung diri di dalam kamar rumahnya pada selasa subuh, 30 Desember 2025. Peristiwa ini menggegerkan warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Sementara korban di ketahui merupakan adik dari mantan anggota DPRD Provinsi Bengkulu dan mantan anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong. Kabar ini cepat menyebar dan menyita perhatian masyarakat sekitar.

Menurut informasi yang di himpun, sebelum peristiwa tersebut, korban sempat mengunggah status di akun Facebook pribadinya sekitar pukul 04.30 WIB. Unggahan itu bernada gelisah dan di duga mencerminkan tekanan psikologis yang sedang di alami korban.

Status Media Sosial Pria di Rejang Lebong Picu Kecemasan Keluarga

Status Facebook yang di unggah korban menjadi awal kekhawatiran keluarga. Unggahan tersebut pertama kali di baca oleh sang kakak, yang langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi adiknya.

Merasa cemas, Ia segera menghubungi orang tua mereka dan meminta agar mengecek kondisi AG.

Sekitar pukul 05.45 WIB, pihak keluarga mendobrak pintu kamar korban yang di ketahui terkunci dari dalam. Saat pintu berhasil di buka, AG di temukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan leher terlilit tali yang ini ujungnya diikat di penyangga rumah.

Polisi Lakukan Olah TKP

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Sinar Simanjuntak, membenarkan adanya peristiwa seorang pria Rejang Lebong ditemukan tewas tersebut. Ia menyebutkan bahwa unggahan korban di media sosial menjadi salah satu petunjuk awal yang di perhatikan penyidik.

“Ya, saksi melihat unggahan korban di media sosial yang isinya menunjukkan tekanan psikologis. Karena merasa ada yang tidak beres, saksi langsung meminta orang tuanya untuk mengecek kondisi korban,” ujar AKP Sinar Simanjuntak kepada awak media.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga korban.

Dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup, namun penyebab pasti kematian korban masih di selidiki.

Keluarga Tolak Autopsi dan Terima sebagai Musibah

Dalam perkembangan selanjutnya, pihak keluarga menyatakan menolak autopsi terhadap jasad AG.

Selain itu, keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah.

Tinggalkan komentar