Bengkulu, Ngenelo.net, – Program bersolek Kota Bengkulu jadi tonggak awal 100 hari kerja Dedy–Ronny.
Komitmen mempercantik wajah kota bukan sekadar wacana. Program Bersolek Kota Bengkulu menjadi bukti nyata keseriusan Wali Kota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi, SE, MM bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, SH. Khususnya dalam mewujudkan kota yang lebih bersih, indah, dan sejahtera.
Sejak 100 hari kerja pertama, kepemimpinan Dedy–Ronny langsung tancap gas melakukan pembenahan tata kota secara menyeluruh. Program Bersolek, yang secara harfiah berarti mempercantik atau berhias. Program ini di arahkan tidak hanya untuk memperindah visual kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penataan ruang publik, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta peningkatan pelayanan publik.
Dalam beberapa bulan terakhir, perubahan wajah Kota Bengkulu mulai terlihat jelas. Kota yang merupakan ibu kota Provinsi Bengkulu ini kini tampil lebih berwarna dengan nuansa terang dan sentuhan klasik modern yang mengingatkan pada atmosfer kota budaya seperti Yogyakarta. Transformasi ini sekaligus memperkuat identitas Bengkulu sebagai kota wisata yang ramah dan berkarakter.
Sejumlah titik strategis kota menjadi fokus utama Program Bersolek Kota Bengkulu. Salah satunya kawasan Jalan Soeprapto hingga Jalan S. Parman Padang Jati, yang dikenal sebagai jantung Kota Bengkulu. Di kawasan ini, masyarakat dapat langsung menyaksikan perubahan signifikan pada infrastruktur dan estetika kota.
Trotoar yang sebelumnya tampak biasa kini di sulap menjadi lebih artistik dengan motif ornamen batik khas daerah. Lampu hias bergaya klasik terpasang di sisi kiri dan kanan jalan, sementara kursi duduk berbentuk dol—alat musik tradisional Bengkulu—berjejer rapi, menciptakan suasana klasik modern yang kuat dan memanjakan mata.
Perubahan tersebut bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menciptakan ruang publik yang nyaman, ramah pejalan kaki, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Belungguk Point dan Tugu Tabot, Ikon Baru Wajah Kota Bengkulu
Salah satu proyek unggulan dalam Program Bersolek Kota Bengkulu adalah kehadiran kawasan Belungguk Point. Kawasan ini rencananya akan menjadi pusat tongkrongan, ruang kreativitas, sekaligus sentra kuliner yang merepresentasikan wajah baru Kota Bengkulu.
Belungguk Point akan di resmikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi pada Sabtu, 27 Desember 2025. Peluncuran kawasan ini akan di meriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bengkulu, sebagai bentuk penguatan identitas lokal.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap Belungguk Point dapat berkembang menjadi salah satu destinasi ikon wisata andalan yang mampu menarik kunjungan wisatawan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Tak berhenti di situ, komitmen mempercantik wajah kota juga di wujudkan melalui pembangunan ruang publik bernuansa budaya, yakni Tugu Tabot. Tugu ini di bangun di belakang kawasan wisata Benteng Marlborough, salah satu situs sejarah paling ikonik di Kota Bengkulu.
Lahan yang sebelumnya berupa semak belukar dan tidak termanfaatkan kini disulap menjadi taman tematik bernilai seni dan edukasi. Kehadiran Tugu Tabot tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat dan wisatawan.
Pembangunan Tugu Tabot menegaskan bahwa Program Bersolek Kota Bengkulu bukan semata proyek estetika. Melainkan sebuah langkah strategis dalam menghadirkan ruang publik yang sarat makna budaya, memperkuat identitas daerah, serta membangun kebanggaan warga terhadap kotanya.
Dengan berbagai terobosan tersebut, wajah baru Kota Bengkulu kini kian nyata. Program Bersolek menjadi simbol kerja nyata kepemimpinan Dedy–Ronny dalam membawa Kota Bengkulu menuju kota yang lebih tertata, berkarakter, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Direktur Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD), Anugerah Wahyu, SH