Selasa, 6 Januari 2026 03:38 WIB

Viral Bokongi Pengunjung, Pemilik Kamar Bilas Pantai Jakat Akhirnya Minta Maaf

Bengkulu, Ngenelo.net, – Kamar bilas Pantai Jakat di Kota Bengkulu menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkan perilaku tidak pantas dari pemilik usaha viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu sore (20/12/25) dan dengan cepat menyebar luas, memicu beragam reaksi dari masyarakat serta pemerhati pariwisata daerah.

Dalam video yang beredar, pemilik usaha kamar bilas Pantai Jakat terlihat membelakangi seorang pengunjung yang di ketahui berasal dari Sumatera Selatan. Aksi tersebut di nilai tidak sopan dan bisa mencoreng citra kawasan wisata unggulan Kota Bengkulu.

Viralnya video kamar bilas Pantai Jakat ini memunculkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap sektor pariwisata lokal. Pantai Jakat selama ini di kenal sebagai salah satu destinasi favorit warga Bengkulu dan wisatawan luar daerah. Sebab itu, perilaku pelaku usaha di kawasan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Satpol PP dan Dinas Terkait Turun ke Lokasi Kamar Bilas Pantai Jakat

Menindaklanjuti viralnya video kamar bilas Pantai Jakat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang bersama Dinas Pariwisata, Badan Pendapatan Daerah, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata mendatangi langsung lokasi usaha kamar bilas tersebut pada Minggu (21/12/25).

Kunjungan lintas instansi itu dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha di kawasan wisata. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya etika dan sikap profesional dalam melayani pengunjung demi menjaga nama baik Pantai Jakat sebagai ikon wisata Kota Bengkulu.

Pemilik kamar bilas Pantai Jakat yang viral di ketahui bernama Yuniarti, warga Kelurahan Bajak.

Sementara, di hadapan petugas, ia mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kota Bengkulu serta wisatawan yang merasa tidak nyaman atas tindakannya.

Dalam video permintaan maafnya, Yuniarti menyatakan penyesalan atas perbuatan yang telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik dan media sosial.

Klarifikasi Pemilik Kamar Bilas Pantai Jakat soal Video Viral

Selain menyampaikan permohonan maaf, Yuniarti juga memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian yang membuat kamar bilas Pantai Jakat viral.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat seorang pengunjung datang menggunakan mobil berpelat BG dan memarkirkan kendaraannya tepat di depan tempat usaha miliknya.

Menurut Yuniarti, ia sempat mengingatkan pengunjung tersebut agar setelah mandi di pantai, bilas di kamar bilas miliknya.

“Pas turun sudah saya ingatkan, kalau mandi nanti bilasnya di tempat saya. Sudah deal,” ujar Yuniarti.

Namun setelah selesai mandi di pantai, pengunjung tersebut justru bilas di tempat lain. Yuniarti mengaku tidak marah, tetapi sempat melontarkan perkataan bernada bercanda kepada suaminya.

“Saya cuma bilang ke suami saya, ‘nanti aku tinju’, tapi itu saya ngomong sama suami, bukan ke dia,” jelasnya.

Yuniarti menyebut, pengunjung tersebut di duga merasa tersinggung dan mengira perkataan itu di tujukan kepadanya. Situasi kemudian memanas hingga pengunjung tersebut memaki dirinya.

“Dia memaki-maki saya. Saya diam saja. Yang bisa saya lakukan hanya membelakanginya (membokongi, red), dan begitulah kejadiannya,” ungkap Yuniarti.

Yuniarti mengakui tindakannya tetap tidak pantas dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Pantai Jakat.

Pemkot Bengkulu Tegaskan Etika Usaha Wisata di Pantai Jakat

Sementara Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang menegaskan bahwa persoalan antara pelaku usaha dan pengunjung seharusnya di selesaikan dengan cara yang santun dan beretika. Menurutnya, kawasan wisata merupakan ruang publik yang harus di jaga kenyamanan dan citranya.

“Kalau ada yang tidak tepat dari pengunjung, di jelaskan dengan ramah, tidak perlu melakukan penekanan, apalagi menunjukkan bagian tubuh yang tidak sopan,” tegas Sahat.

Lebih lanjut, Ia kembali mengingatkan bahwa Pantai Jakat merupakan wajah pariwisata Kota Bengkulu yang membawa nama baik daerah. Pemerintah berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku usaha agar mengedepankan etika, kesabaran, dan profesionalisme.

Dengan pembinaan berkelanjutan, Pemkot Bengkulu berharap sektor pariwisata tetap tumbuh positif. Seperti Pantai Jakat, tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman, serta ramah bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.