Mukomuko, Ngenelo.net, – Suasana di Kecamatan Pondok Suguh mendadak mencekam pada Jumat pagi, 24 Oktober 2025 karena bengkel milik oknum polisi dibakar massa.
Ratusan warga menyerbu bengkel milik Aiptu Juntak Elman, seorang anggota polisi, setelah mencurigai tempat tersebut terlibat dalam kasus pencurian sawit.
Aksi massa berakhir dengan pembakaran bengkel dan enam unit mobil yang terparkir di lokasi.
Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB, tak lama setelah satu unit mobil Grand Max hitam yang di duga digunakan untuk mencuri sawit di Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh, di bakar massa.
Warga yang emosi kemudian beramai-ramai mendatangi gudang bengkel yang di sebut yang di duga sebagai tempat penyimpanan hasil curian tersebut.
Di dalam gudang bengkel itu, warga menemukan sekitar 12 tandan buah sawit yang di duga hasil curian tersangka berinisial Jo (25).
Situasi pun memanas, hingga ratusan massa meneriakkan seruan pembakaran. Dalam hitungan menit, api membesar dan melahap seluruh isi bangunan termasuk enam kendaraan di dalamnya.
Ratusan Warga Terlibat, Polisi dan TNI Kewalahan
Menurut Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana melalui Kapolsek Pondok Suguh, Iptu Indra Horas M. Tampubolon, ratusan orang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.
Aparat kepolisian bersama anggota Koramil 428/04 Pondok Suguh sempat berusaha menenangkan massa, namun jumlah mereka tak sebanding.
“Personel Polsek dan Babinsa sudah mencoba menghalau, tapi kalah jumlah. Warga datang sambil berteriak ‘bakar-bakar’ hingga situasi tak terkendali,” jelas Iptu Indra.
Setelah api mulai membesar, petugas hanya bisa berfokus pada upaya pemadaman agar tidak merembet ke rumah warga sekitar. Api baru berhasil di jinakkan beberapa jam kemudian setelah bantuan pemadam tiba.
Polisi Dalami Motif dan Sumber Api
Hingga kini, polisi masih menelusuri kronologi lengkap pembakaran di Pondok Suguh tersebut.
Sementara, tersangka Jo, pelaku dugaan pencurian sawit, sudah di amankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Namun, penyidik juga memeriksa kemungkinan keterkaitan antara tersangka dengan gudang milik Aiptu Juntak Elman.
“Kasus pencurian sawitnya sudah di tangani. Sedangkan untuk pembakaran gudang, kita masih dalami. Nanti hasil penyelidikan akan disampaikan,” tegas Kapolsek Pondok Suguh.
Sementara itu, kondisi lokasi kejadian kini telah dipasangi garis polisi. Sejumlah warga masih berdatangan untuk melihat sisa kebakaran yang menyisakan puing-puing kendaraan hangus.
Polisi juga berencana memanggil beberapa saksi tambahan untuk memperjelas duduk perkara.
Warga Pondok Suguh Minta Penegakan Hukum Tegas
Aksi pembakaran di Pondok Suguh ini menuai perhatian publik karena melibatkan gudang bengkel milik anggota kepolisian.
Sebagian warga menilai kemarahan massa adalah bentuk kekecewaan atas maraknya pencurian sawit di wilayah tersebut yang kerap merugikan petani.
“Kami berharap kasus seperti ini di tangani serius. Jangan sampai warga kehilangan kepercayaan pada hukum,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan di sebut namanya.
Sementara, Polres Mukomuko berjanji akan menindaklanjuti kedua kasus—pencurian sawit dan pembakaran gudang—secara profesional dan transparan.
Situasi di Pondok Suguh kini berangsur kondusif, meski petugas masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan aksi susulan.
Insiden pembakaran gudang polisi di Pondok Suguh menjadi peringatan keras akan potensi bahaya aksi main hakim sendiri.
Meski kemarahan warga bisa di pahami, aparat menegaskan bahwa penegakan hukum tetap harus melalui jalur resmi.
Penyelidikan lanjutan di harapkan dapat mengungkap motif sebenarnya dan mencegah konflik serupa di kemudian hari..